Semua Tentang Hipotesis

Hipotesis: Pengertian, Bentuk, Syarat, Ciri-Ciri dan Contohnya

Anda pasti tidak asing dengan kata hipotesis? Lalu apa sih pengertian hipotesis? Sebelum kita membahas pengertian hipotesis, kami akan memberikan apa saja sih yang akan dibahas pada artikel ini.

  1. Pengertian hipotesis
  2. Jenis-jenis hipotesis
  3. Bentuk-bentuk hipotesis
  4. Ciri-ciri hipotesis
  5. Syarat hipotesis
  6. Sumber hipotesis
  7. Kegunaaan hipotesis
  8. Pengujian hipotesis
  9. Contoh penulisan hipotesis

Mari langsung aja kita bahas satu per satu.

A. Pengertian Hipotesis

Hipotesis berasal dari dua kata, yaitu hypo dan thesa. Hypo mempunyai arti dibawah, sedangkan thesa mempunyai arti kebenaan. Jadi hipotesis berarti dibawah kebenaran (bersifat sementara). Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. 

Pengertian hipotesis menurut para ahli

1. Menurut Moh. Nazir, hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris, yang menyatakan hubungan apa yang ingin dipelajari.

2. Menurut S. Nasution, hipotesis adalah pernyataan tentatif yang merupakan dugaan atau terkaan tentang apa saja yang diamati dalam usaha untuk memahami.

3. Menurut Winarno, Surachmad. Hipotesis adalah sebuah kesimpulan, tetapi kesimpulan yang belum final, masih harus dibuktikan kebenarannya. Apabila setelah melakukan pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa hipotesis itu benar, maka kesimpulan itu terbukti, maka hipotesis berubah menjadi tesa.

Berdasarkan pendapat para ahli, maka hipotesis berarti jawaban terhadap permasalahan atau fokus penelitian yang merupakan kesimpulan sementara yang memerlukan pembuktian berdasarkan analisis data empiris. 

B. Jenis - Jenis Hipotesis Penelitian

Ada dua jenis hipotesis yang digunakan dalam penelitian, yaitu:

1. Hipotesis nol, yang disingkat Ho. Mula-mula diperkenalkan oleh Fisher, yang dirumuskan dengan harapan bahwa hipotesis tersebut nantinya ditolak setelah dilakukan uji hipotesis. Dalam hipotesis nol ini, selalu menggunakan kata “tidak ada beda” atau “sama dengan”. Perumusan hipotesis Ho adalah sebagai berikut:

  • tidak ada perbedaan antaradengan …” atau
  •   “ … sama dengan …”

Contoh penulisan hipotesis nol:

Ho = tidak ada perbedaan rata-rata berat permen A dengan permen B  

Hipotesis biasanya diuji dengan menggunakan statistika. Apabila Ho ditolak maka berakibat hipotesis alternatif diterima.

2. Hipotesis kerja atau hipotesis alternatif yang disingkat (H1) merupakan lawan dari pernyataan Ho. Hipotesis alternatif ini merupakan dugaan dari peneliti terhadap kemungkinan tidak berlakunya kondisi saat ini sebagai bagian dari tujuan penelitian yang hendak diraih. Hipotesis alternatif dirumuskan dengan harapan bahwa rumusan tersebut nantinya akan diterima kebenarannya setelah melakukan uji hipotesis.

Perumusan hipotesis alternatif adalah sebagai berikut:

  • Terdapat perbedaan antaradengan …” atau
  •  “... berpengaruh terhadap …”

Contoh penulisan hipotesis alternatif (H1):

H1 = terdapat perbedaan rata-rata berat permen A dengan permen B  

Hipotesis penelitian
Sumber gambar freepik.com

C. Bentuk - Bentuk Hipotesis Penelitian

Apabila dilihat dari tingkat eksplanasinya, maka bentuk rumusan masalah penelitiannya adalah: rumusan masalah diskriptif (variabel mandiri), komparatif (variabel perbandingan), dan asosiatif (hubungan). Adapun bentuk-bentuk hipotesis penelitian adalah sebagai berikut:

1. Hipotesis Deskriptif

Menurut Sugiyono (2009) hipotesis deskriptif adalah dugaan tentang nilai suatu variabel mandiri, tidak membuat perbandingan atau hubungan. Sebagai contoh, bila rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

a. Seberapa tinggi daya lampu merk A?

b. Apakah daya tahan lampu merk B lebih dari 2000 jam?

Berdasarkan rumusan masalah penelitian tersebut, maka hipotesis (jawaban sementara) yang dirumuskan termasuk hipotesis deskriptif. Berikut ini rumusan hipotesis dari pernyataan tersebut:

a. Daya tahan lampu merk A sama dengan 1000 jam.

b. Daya tahan lampu merk B lebih dari 2000 jam.

Apabila kita ingin menuliskan ke dalam hipotesis statistik, adalah sebagai berikut:

Contoh point a

Ho = Daya tahan lampu merk A sama dengan 1000 jam.

H1 = Daya tahan lampu merk A tidak sama dengan 1000 jam.

Contoh point b

Ho = Daya tahan lampu merk B lebih kecil sama dengan 2000 jam.

H1 = Daya tahan lampu merk B lebih dari 2000 jam.

2. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif adalah pernyataan yang menunjukkan dugaan nilai perbandingan antara dua variabel. Contoh rumusan masalah penelitian komparatif adalah “Adakah perbedaan daya tahan lampu merk A dan B?”

Adapun penulisan hipotesis statistiknya:

Ho = rata-rata daya tahan lampu merk A sama dengan lampu merk B

H1 = rata-rata daya tahan lampu merk A tidak sama dengan lampu merk B

3. Hipotesis Hubungan (asosiatif)

   Hipotesis asosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan yang menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh rumusan masalahnya adalah “Adakah hubungan antara gaji dengan besarnya tunjangan?”

Adapun penulisan hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut:

Ho = tidak ada hubungan antara gaji dengan besarnya tunjangan

H1 = ada hubungan antara gaji dengan besarnya tunjangan

4. Hipotesis Kausalitas (regression)

     Hipotesis kausalitas adalah suatu peryataan yang menunjukkan dugaan tentang hubungan kausalitas antara dua variabel atau lebih. Contoh rumusan masalahnya adalah “Adakah pengaruh gaji terhadap besarnya tunjangan?

Adapun penulisan hipotesis statistiknya yaitu:

Ho = tidak ada pengaruh gaji terhadap besarnya tunjangan.

H1 = ada pengaruh gaji terhadap besarnya tunjangan.

D. Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik

Setelah kita mengetahui bentuk-bentuk hipotesis, maka kita perlu tahu apa saja ciri-ciri hipotesis yang baik. Menurut Nazar Bakri, ciri-ciri hipotesis yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Mampu menyatakan hubungan antara variabel.
  2. Sesuai dengan fakta.
  3. Berhubungan dengan ilmu dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
  4. Dapat diuji kebenarannya.
  5. Sederhana, tujuannya agar menghindari kesalahpahaman makna.
  6. Dapat menjelaskan fakta.

Selain itu, ciri-ciri hipotesis yang baik menurut Donal Ary adalah sebagai berikut:

  1. Hipotesis harus mempunyai daya penjelas. Contohnya, mobil itu tidak mau hidup karena akinya mati.
  2. Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada diantara variabel. 
  3. Hipotesis harus dapat diuji.
  4. Hipotesis hendaknya konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada.
  5. Hipotesis dinyatakan secara sederhana dan seringkas mungkin.

E. Syarat-Syarat Hipotesis Penelitian

Hipotesis yang baik harus dirumuskan dengan memenuhi syarat, yaitu:

  1. Hipotesis harus berhubungan dengan teori tertentu.
  2. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris.
  3. Hipotesis haruslah bersifat spesifik
  4. Hipotesis harus dikaitkan dengan teknik penelitian yang ada untuk mengetesnya.

F. Sumber Hipotesis Penelitian

Apakah Anda bertanya-tanya dari mana diperoleh informasi untuk menyusun hipotesis penelitian? Untuk menjawab pertanyaan ini, Koentjaraningrat menyatakan bahwa suatu hipotesis dapat diperoleh dari tiga sumber yang memiliki hubungan dengan jenis atau sifat penelitian. Berikut ini tiga sumber hipotesis:

1. Pengalaman. Hipotesis yang didasarkan atas pengalaman mempunyai sifat sangat sementara dan merupakan hipotesis yang paling lemah. Hipotesis ini biasanya digunakan untuk penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh hipotesis-hipotesis yang lebih tegas.

2. Hasil penelitian. Hipotesis yang bersumber dari hasil penelitian lebih kuat dan biasanya bertujuan untuk menguji kebenaran hipotesis yang sudah diuji oleh peneliti lain. Apabila terbukti benar, maka hasilnya memperkuat kebenaran hipotesis tersebut dan dapat membantu menuju ke rumusan suatu teori.

3. Teori-teori yang sudah terbentuk. Hipotesis ini merupakan hipotesis yang paling kuat. Hal itu disebabkan karena sudah meninggalkan penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif menuju ke penelitian yang sudah bersifat menerangkan. 

G. Kegunaan Hipotesis Penelitian

Hipotesis yang dirumuskan oleh peneliti mempunyai kegunaan. Adapun kegunaan hipotesis adalah sebagai berikut:

  1. Hipotesis membatasi ruang lingkup penelitian.
  2. Hipotesis dapat mengarahkan fakta yang tersebar, sehingga terarah dalam menggumpulkan data.
  3. Hipotesis dapat menentukan variabel yang diperlukan.
  4. Hipotesis dapat mengarahkan peneliti dalam mengumpulkan data.
  5. Hipotesis dapat mengarahkan peneliti dalam melakukan pengujian data.
  6. Hipotesis itu harus dapat menerangkan fakta.

Pengujian Hipotesis

Hipotesis yang telah dirumuskan harus diuji. Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak. Berikut ini langkah-langkah pengujian hipotesis:

  1. Merumuskan hipotesis atau Ho dan H1
  2. Menentukan tingkat signifikansi (tingkat kebebasan)
  3. Menentukan daerah kritis (daerah yang mengalami penolakan)
  4. Menghitung statistik uji
  5. Menarik kesimpulan

Apakah semua penelitian memerlukan hipotesis? 

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua pendapat, yaitu:

1. Pendapat pertama, bahwa semua penelitian pasti menggunakan hipotesis. Karena semua penelitian diharapkan menentukan jawaban sementara terhadap pokok masalah yang telah ditentukan.

2. Pendapat kedua mengatakan bahwa hipotesis hanya digunakan apabila permasalahannya menunjukkan hubungan dua variabel. Jawaban terhadap variabel yang bersifat deskriptif tidak menggunakan hipotesis.

Oleh karena itu, berdasarkan pendapat yang kedua ini, maka sangat mungkin dalam sebuah penelitian yang terdapat permasalahan (fokus penelitian) satu diantaranya memerlukan hipotesis, sedangkan permasalahan yang lain tidak memerlukan hipotesis. Tidak memerlukan hipotesis karena sifat permasalahannya deskriptif.

Contoh Hipotesis Penelitian

Sebagai contoh: judul penelitian “Hubungan Semangat Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa SDN Tegalrejo Yogyakarta

Pokok permasalahannya yaitu:

1. Seberapa tinggi semangat belajar siswa SDN Tegalrejo Yogakarta? (tidak perlu hipotesis)
2. Seberapa tinggi hasil belajar siswa SDN Tegalrejo Yogyakarta? (tidak perlu hipotesis)
3. Apakah ada hubungan antara semangat belajar dengan hasil belajar siswa SDN Tegalrejo Yogyakarta dan berapa tinggi hubungan tersebut? (perlu penulisan hipotesis)

Untuk menguji pemahanan Anda, silahkan tulis hipotesis statistik untuk point ke-3 di kolom komentar ya. (saya akan senang hati membaca tulisan Anda).

Terimakasih sudah membaca artikel Semua tentang Hipotesis, semoga Anda paham ya. Terimakasih juga sudah mengunjungi faqirilmu.com.



Referensi:

Abubakar Rifai. 2020. Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Suka-Press UIN Sunan Kalijaga

Ngatno. 2015. Buku Ajar Metodologi Penelitian Bisnis. Semarang: CV. Indoprinting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membaca nilai R Tabel dan Download R Tabel (Tabel R)

Analisis Crosstab dengan SPSS [Uji Chi-Square dan Correlation]

Pengertian Data View dan Variabel View SPSS serta Fungsinya

Cara Membuat Grafik di SPSS (Grafik Batang)

Cara Input data SPSS Dari Excel